Bisakah Kita Memilih Istri Sebagai Pilihan Terakhir?

Thursday, November 05, 2015
Kakek dan nenek
Renungan untuk Suami dan Istri
Tentang seseorang yg menjadi pilihan hidup kita: “Orang selalu berkata ada bekas Istri atau bekas Suami, tapi tidak ada bekas anak dan bekas orangtua.” Mungkin cerita bijak berikut ini dapat merubah pandangan tesebut dan membuat seseorang ingin memiliki suami atau istrinya sampai akhir hayat dan mikir 1000 kali untuk menyakiti hatinya dan menduakan cintanya dengan yang lain.

Seorang dosen mengadakan permainan kecil kepada mahasiswanya yang sudah berkeluarga dan meminta satu orang maju ke papan tulis.

Dosen : “Tulis 10 nama yang paling dekat degan Anda.”
Lalu mahasiswa tesebut menulis 10 nama. Ada nama Tetangga, Orang tua, Teman kerja, Istri, Anaknya dan sebagainya.
Dosen : “sekarang silahkan pilih 7 diantaranya yang sekiranya Anda ingin hidup terus bersamanya”.
Lalu mahasiswa itu mencoret 3 nama.
Dosen : “coret 2 nama lagi”, dan tinggallah 5 nama.
Dosen : “coret lagi 2 nama”, maka tersisalah 3 nama yaitu : Orangtua, Istri dan Anaknya.

Suasana kelas hening. Mereka mengira semua sudah selesai dan tak ada lagi yg harus dipilih.
Tiba-tiba Dosen berkata:  ”silahkan coret 1 nama lagi!”,  mahasiswa itu pun perlahan mengambil pilihan yg amat sulit lalu mencoret nama orangtuanya secara perlahan.
Dosen:  ”silahkan coret 1 nama lagi!”. Hati sang mahasiswa menjadi bingung. Kemudian mengangkat kapur & lambat laun mencoret nama anaknya dan mahasiswa itupun menangis.

Setelah suasana tenang sang Dosen bertanya pada Mahasiswa itu. “Kau tidak memilih Orangtua yang membesarkanmu? tidak juga memilih Anak yang berasal dari darah dagingmu? sedang Istri itu bisa dicari lagi.”

Semua orang di dalam kelas terpana menunggu jawaban dari Mahasiswa itu.  Lalu sang Mahasiswa itu berkata, “Seiring waktu berlalu, Orangtua saya akan pergi & meninggalkan saya, sedang Anak jika sudah dewasa menikah lalu pergi meninggalkan saya juga. Sedangkan yg benar-benar menemani saya dalam hidup ini hanyalah ISTRI saya. Orangtua dan anak bukan saya yang memilih, tapi Tuhan yang menganugerahkan, sedang ISTRI, sayalah yg memilih dan dengan izin-Nya.  Istri adalah bagian dari diriku, karena dia adalah tulang rusukku.

Bukan berarti anak dan orang tua adalah tidak penting tapi untuk merubah pandangan bahwasanya kita harus selalu menghargai pasangan, saling menyayangi, menerima apapun kelebihan dan kekurangan pasangan dan jangan rusak ikatan pernikahan hanya karena tergoda oleh orang ketiga dan menuruti hawa nafsu duniawi saja. Suami/istrimu adalah pilhanmu, ayah dan ibu dari anak-anakmu.

Please like and share!

Source:  nyonyahafidz.wordpress.com

Share this :

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔