![]() |
| Kasih ibu kepada anaknya |
Ibu
hendak pergi ke rumah nenek selama dua hari. Maka, ibu menitipkan
bunga mawarnya kepada Rumi, putrinya. Dengan bersemangat, Rumi
merawat bunga-bunga mawar milik sang bunda hingga ia tak menyadari
bahwa vas bunga itu tersenggol.
Semua
bunga yang tersusun pada vas itu menjadi berantakan dan bunganya
menjadi rusak. Rumi sangat ketakutan, namun tak bisa melakukan banyak
hal selain menunggu ibunya pulang dan mengakui kesalahannya.
Ketika
ibunya pulang, Rumi langsung mengatakan yang sejujurnya, “Ibu,
maafkan Rumi. Vas bunganya tersenggol dan bunga kesayangan ibu
menjadi rusak.”
Ibu
tersenyum. Rumi terkejut, “Mengapa ibu tidak marah?”
“Bunga-bunga
itu memang kesayangan ibu. Bunga ibu tanam untuk memberikan keindahan
dan bukan untuk marah.”
Terkadang
kita akan mengeluarkan emosi ketika kita dapati hal terbaik dalam
diri kita terusik. Kita menjadi marah dan melukai banyak orang.
Sadarkah kita bahwa kita dianugerahi anak-anak bukan untuk menjadi
sasaran kemarahan? Demikian juga suami, istri dan sahabat.
Mereka
ada bagi kita untuk membuat hidup kita bahagia sehingga tak layak
bagi kita untuk menjadikannya pelampiasan emosi. Sayangi mereka sama
seperti Sang Maha Kuasa menyayangi kita. Mereka adalah keindahan yang
diberikan-Nya.
Janganlah
lekas-lekas marah atau memendam amarah dalam hati.
Silahkan
share atau komentar.
Sumber:
iphincow.com

0 Komentar
Penulisan markup di komentar