![]() |
- Sehabis pulang dari sawah kerbau rebahan di kandang dengan wajah capek dan nafas yang berat. Datanglah seekor anjing. Kerbau lalu berucap, "Aah teman lama, saya sungguh capek dan besok ingin istirahat sehari."
- Anjing pergi dan jumpa kucing di sudut tembok, dan berkata, "Tadi saya jumpa kerbau dan dia besok ingin istirahat dulu. Sudah sepantasnya, karena bos memberi pekerjaan terlalu berat."
- Kucing lalu cerita kepada kambing dan berkata, "Kerbau komplain bos memberi pekerjaan terlalu banyak dan berat. Besok tidak mau kerja lagi."
- Kambing bertemu ayam dan berkata, "Kerbau tidak senang bekerja untuk bos lagi, karena mungkin ada bos lain yang lebih baik."
- Ayam bertemu monyet dan berkata, "Kerbau tidak akan kerja untuk bosnya dan ingin mencari kerja di tempat bos yang lain."
- Saat makan malam monyet jumpa bos dan berkata, "Boss, si kerbau akhir-akhir ini telah berubah sifatnya dan ingin meninggalkan bos untuk kerja dengan bos lain."
- Mendengar ucapan monyet, bos marah besar dan membunuh si kerbau karena dinilai telah berkhianat kepadanya.
Ucapan
asli kerbau: SAYA
SUNGGUH CAPEK & BESOK INGIN ISTIRAHAT SEHARI DENGAN BAIK.
Lewat
beberapa teman akhirnya ucapan ini sampai kepada bos dan pernyataan
kerbau telah berubah menjadi: Si
Kerbau akhir-akhir ini telah berubah sifatnya dan ingin meninggalkan
bos untuk kerja dengan bos lain.
Sangat
baik untuk disimak:
- Ada kalanya suatu ucapan harus berhenti sampai telinga kita saja. Tidak perlu diteruskan ke orang lain.
- Jangan telan bulat atau percaya begitu saja apa yang dikatakan orang lain walaupun itu orang terdekat kita. Kita perlu check and recheck kebenarannya sebelum bertindak.
- Kebiasaan meneruskan perkataan orang lain dengan kecenderungan menambahi/mengurangi bahkan menggantinya berdasarkan persepsi sendiri bisa berakibat fatal.
- Bila ragu akan ucapan seseorang yang disampaikan oleh orang lain kepada kita, sebaiknya kita bertanya langsung kepada yang bersangkutan untuk memastikan informasi yang paling benar.
Jika bermanfaat, silahkan share atau berkomentar.
Penulis: DR. H. Basa Alim Tualeka, M.Si,
Sumber: bbmagz.wordpress.com

0 Komentar
Penulisan markup di komentar